Jumat, 05 Januari 2024

ternyata Hamil

Penghujung Ramadhan sudah didepan mata. Saat itu malam ganjil di Ramadhan, saya dan suami sudah berniat akan itikaf malam itu, saya lupa tepatnya malam keberapa, tapi saya ingat sekali rasanya badan gaenak banget. saya berfikir mungkin karna ruangan masjid yang sedikit terbuka. Baru saja selesai sholat tarawih, saya bergegas ke toilet karna mual. Akhirnya malam itu saya tidak jadi untuk itikaf. 


Besoknya masih seperti biasa, saya tetap puasa, lalu saya bilang ke suami untuk minta tolong dicarikan orang yang bantu mencuci gosok, karna rasanya memang seperti lelah sekali, lemas dan sering pusing. Tapi entah kenapa saya masih belum kepikiran hamil. 

Sore jelang magrib, saya dan ibu mertua biasa berbuka di masjid Baiturahman tempat biasa keluarga kami melakukan sholat tarawih. Hampir setiap hari selama Ramadhan kami berbuka disana. sepertinya memang ibu mertua kesepian saat berbuka puasa sendiri dirumah. Karna biasanya papah udah stay di Masjid sebelum berbuka karna papah DKM di sana. jadilah kami biasa sekeluarga berbuka puasa di masjid.  pertama memang mama dan papah mertua hidup hanya berdua. jika salah satu dari mereka dimajid otomatis mama hanya berbuka puasa sendirian, pun sama dengan saya. saat abinya harus pulang telat atau sudah stay dimasjid saya hanya berbuka sendiri. jadi daripada kami jenuh sendiri, akhirnya nyaman dengan berbuka puasa dimasjid bersama. sepertinya kami mulai terbiasa dengan rutinitas ini dan tidak sadar ternyata full 1 bulan sholat dan berbuka di masjid  (beberapa kali dirumah).


Oh ya, suatu malam saat sholat tarawih, ust. Abbas membawakan ayat-ayat yang sepertinya familiar ditelinga saya. iya, itu ayat-ayat yang biasa saya panjatkan saat meminta keturunan. tidak terasa air mata mengalir saat beliau membacakan ayat-ayat tersebut. Teringat kembali untuk memohon Allah berikan keturunan. Lebih mengencangkan lagi doa-doa karna waktunya yang juga tepat saat bulan yang Allah berkahi Ramadhan. Padahal saat itu posisi saya dan suami sudah dititik pasrah. Sampai suatu ketika saya bilang ke Allah sebagaimana Nabi Zakaria memohon ke Allah yang diabadikan dalam QS. Al- Anbiya


وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

"(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris". (QS. Al-Ambiya



belakangan saat acara aqiqah sepupu hamzah saya baru tau kalau beliau juga sama. sama- sama merindukan keturunan. kurang lebih 10 tahun beliau menunggu. Abi hamzah yang cerita, saat mengobrol di acara aqiqah sepupu hamzah. ma syaa Allah betapa kesabaran beliau juga Allah uji. saya yang posisinya saat itu sudah hamil 6 bulan merenung, Allah kasih saya menunggu 2.5 tahun kadang mengeluh luar biasa.


balik kecerita saat malah jelang besok idul fitri ibu mertua sadar kalau saya ikut puasa dan tarawih 1 bulan full. mama mulai memberi saran untuk memeriksa kebidan tentang kondisi saya, mana tau ternyata saya hamil. 

ternyata Hamil

Penghujung Ramadhan sudah didepan mata. Saat itu malam ganjil di Ramadhan, saya dan suami sudah berniat akan itikaf malam itu, saya lupa tep...